Saturday, November 3, 2012


TUGAS AWAL
PERCOBAAN II
SPEKTRUM UV-VISIBEL

         Nama              : Nurmaidah
            Stambuk           : A 251 10 007
    Kelompok        : II (Dua)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2012

PERTANYAAN
1.    Sebutkan syarat sampel yang bisa diukur pada daerah UV dan Visibel !
2.    Tuliskan daerah panjang gelombang deret warna Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu !
3.    Tuliskan bunyi hukum Lambert-Beer, dan tuliskan persamaan serta penjelasannya!
4.    Cari tahu tentang alat spektrofotometer UV-Visibel, bagian-bagian alatnya serta prinsip kerja alat tersebut!
JAWABAN
1.    Syarat sampel yang bisa diukur di Daerah UV
Ø  Dapat menyerap sinar UV (180-350 nm)
Ø  Larutannya bening,tidak berwarna atau transparan
Syarat sampel yang bisa diukur di Derah Visibel
Ø  Dapat menyerap sinar Visibel (350-770)
Ø  Larutannya bening dan berwarna, jika larutannya tidak berwarna maka direaksikan dengan reagent Folin.
2.    Adapun daerah panjang gelombang deret warna Mejikuhibiniu sebagai berikut:
Panjang gelombang (nm)
Warna
Warna komplementer
610-750
Merah
Biru-hijau
595-610
Jingga
Hijau-Biru
580-595
Kuning
Biru
500-560
Hijau
Ungu
435-480
Biru
Kuning
420-440
Nila

400-435
Ungu
Kuning-hijau



3.    Hukum lambert-beer berbunyi:
jumlah radiasi cahaya tampak (ultraviolet, inframerah dan sebagainya) yang diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi zat dan tebal larutan”.


Horizontal Scroll: A = a.b.c atau A =ɛ.b.c
 



Dimana:
A = absorbansi
b =  tebal larutan (tebal kuvet diperhitungkan juga umumnya 1 cm)
c = konsentrasi larutan yang diukur
ε = tetapan absorptivitas molar (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam molar)
a = tetapan absorptivitas (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam ppm).
            Huruf Yunani epsilon dalam persamaan ini disebut absorptivitas molar atau kadang-kadang disebut dengan koefisien absorpsi molar.
Absorptivitas molar
            Jika kita mengatur kembali persamaan di atas menjadi lebih sederhana untuk menerangkan epsilon (absorptivitas molar), maka kita peroleh:
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/analisis/beerlambert4.gif
            Ingat bahwa absorbansi larutan akan bervariasi berdasarkan konsentrasi atau ukuran wadah. Absorptivitas molar diperoleh dari pembagian absorbansi dengan konsentrasi dan panjang larutan yang dilalui sinar. Pada dasarnya, ini memberikan nilai absorbansi standar  sinar berjalan sepanjang 1 cm melewati larutan 1 mol dm-3.
            Hal ini artinya bahwa kita dapat membandingkan antara satu senyawa dengan senyawa lainnya tanpa mengkhawatirkan pengaruh konsentrasi dan panjang larutan.
            Nilai absorptivitas molar dapat bervariasi. Contohnya, etanal memiliki dua puncak serapan dalam spektrum UV-tampak – keduanya dalam spektrum ultra-violet. Dua puncak serapan ini disebabkan oleh promosi elektron dari pasangan bebas pada oksigen ke orbital pi anti-ikatan; atau dari orbital pi ikatan ke orbital pi anti-ikatan.
            Tabel berikut ini memberikan nilai absorptivitas molar, misalnya larutan etanal dalam heksana. Ingat bahwa absorptivitas tidak memiliki satuan. Hal ini sudah umum, jika kita menginginkan adanya satuan, misalnya panjang dalam cm dan konsentrasi dalam mol dm-3, maka satuan absorptivitas adalah mol-1 dm3 cm-1.
Lompatan elektron
Panjang gelombang serapan maksimum (nm)
absorptivitas molar
dari pasangan bebas ke orbital pi anti-ikatan
290
15
dari orbital pi ikatan ke pi anti-ikatan
180
10000






4.                   
conventional spectrophotometer copy


Sumber cahaya polikromatis
 
 


    


 





Slit atau pintu keluar
 
    








 










     Prinsip kerja
Spektrofotometri uv-vis mengacu pada hukum Lambert-Beer. Apabila cahaya monokromatik melalui suatu media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut akan diserap, sebagian dipantulkan dan sebagian lagi akan dipancarkan.



Thursday, October 25, 2012

spektrofotometri

Spektrofotometri

          Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan  sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube.
          Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri.
          Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda.
Absorbsi sinar oleh larutan mengikuti hukum Lambert-Beer, yaitu :

A =     log ( Io / It )         =  a b c
Dimana  :
Io = Intensitas sinar datang
It = Intensitas sinar yang diteruskan
a = Absorptivitas
b = Panjang sel/kuvet
c = konsentrasi (g/l)
A = Absorban

          Spektrofotometri merupakan bagian dari fotometri dan dapat dibedakan dari filter fotometri sebagai berikut :
1. Daerah jangkauan spektrum
Filter fotometr hanya dapat digunakan untuk mengukur serapan sinar tampak (400-750 nm). Sedangkan spektrofotometer dapat mengukur serapan di daerah tampak, UV (200-380 nm) maupun IR (> 750 nm).
2. Sumber sinar
Sesuai dengan daerah jangkauan spektrumnya maka spektrofotometer menggunakan sumber sinar yang berbeda pada masing-masing daerah (sinar tampak, UV, IR). Sedangkan sumber sinar filter fotometer hanya untuk daerah tampak.
3. Monokromator
Filter fotometere menggunakan filter sebagai monokrmator. Tetapi pada spektro digunakan kisi atau prisma yang daya resolusinya lebih baik.
4. Detektor
-   Filter fotometer menggunakan detektor fotosel
-   Spektrofotometer menggunakan tabung penggandaan foton atau fototube.
Komponen utama dari spektrofotometer yaitu :
1. Sumber cahaya
Untuk radisi kontinue :
ü  Untuk daerah UV dan daerah tampak :
ü  Lampu wolfram (lampu pijar) menghasilkan spektrum kontiniu pada gelombang 320-2500 nm.
ü  Lampu hidrogen atau deutrium (160-375 nm)
ü  Lampu gas xenon (250-600 nm)
Untuk daerah IR
Ada tiga macam sumber sinar yang dapat digunakan :
ü  Lampu Nerst,dibuat dari campuran zirkonium oxida (38%) Itrium oxida  (38%) dan erbiumoxida (3%)
ü  Lampu globar dibuat dari silisium Carbida (SiC).
ü  Lampu Nkrom terdiri dari pita nikel krom dengan panjang gelombang 0,4 – 20 nm
ü  Spektrum radiasi garis UV atau tampak :
ü  Lampu uap (lampu Natrium, Lampu Raksa)
ü  Lampu katoda cekung/lampu katoda berongga
ü  Lampu pembawa muatan dan elektroda (elektrodeless dhischarge lamp)
ü  Laser
2. Pengatur Intensitas
Berfungsi untuk mengatur intensitas sinar yang dihasilkan oleh sumber cahaya agar sinar yang masuk tetap konstan.
3. Monokromator
Berfungsi untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai yang dibutuhkan oleh pengukuran
Macam-macam monokromator :
ü  Prisma
ü  kaca untuk daerah sinar tampak
ü  kuarsa untuk daerah UV
ü  Rock salt (kristal garam) untuk daerah IR
ü  Kisi difraksi
Keuntungan menggunakan kisi :
ü  Dispersi sinar merata
ü  Dispersi lebih baik dengan ukuran pendispersi yang sama
ü  Dapat digunakan dalam seluruh jangkauan spektrum
4. Kuvet
Pada pengukuran di daerah sinar tampak digunakan kuvet kaca dan daerah UV digunakan kuvet kuarsa serta kristal garam untuk daerah IR.
5. Detektor
Fungsinya untuk merubah sinar menjadi energi listrik yang sebanding dengan besaran yang dapat diukur.
Syarat-syarat ideal sebuah detektor :
ü Kepekan yang tinggi
ü Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi
ü Respon konstan pada berbagai panjang gelombang.
ü Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi.
ü Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi.
Macam-macam detektor :
ü Detektor foto (Photo detector)
ü Photocell
ü Phototube
ü Hantaran foto
ü Dioda foto
ü Detektor panas

6. Penguat (amplifier)
Berfungsi untuk memperbesar arus yang dihasilkan oleh detektor agar dapat dibaca oleh indikator.
7. Indikator
Dapat berupa :
ü Recorder
ü Komputer